Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai Abbas, wahai paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, perbanyaklah doa meminta keselamatan (al-‘afiyah).” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Abi Dunya).
Dan diriwayatkan oleh Al-Abbas bin Abdul Muththalib, ia berkata: Aku berkata:
“Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku minta kepada Allah ‘azza wa jalla.” Beliau bersabda: “Mintalah kepada Allah keselamatan (al-‘afiyah).” Maka aku pun menunggu beberapa hari, kemudian aku datang lagi dan berkata: “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang bisa aku minta kepada Allah.” Beliau bersabda kepadaku: “Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah, mintalah kepada Allah keselamatan di dunia dan akhirat.” (HR. Tirmidzi).
***
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada Abbas untuk berdoa meminta keselamatan setelah Abbas mengulangi permintaannya agar diajarkan sesuatu yang bisa ia minta kepada Allah. Ini adalah bukti yang jelas bahwa doa meminta keselamatan tidak ada yang menandinginya dari doa-doa lainnya.
Makna al-‘afiyah, sebagaimana disebutkan oleh syarah kitab Tirmidzi, adalah perlindungan Allah terhadap hamba-Nya. Maka, orang yang berdoa dengan doa ini telah meminta kepada Tuhannya untuk melindunginya dari segala yang ia takutkan.
Dalam hal pengkhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan doa ini kepada pamannya, Abbas, dan pembatasan beliau hanya pada doa meminta keselamatan, adalah untuk memotivasi orang-orang mukmin untuk mengamalkannya dan menjadikannya sebagai salah satu sarana terbesar untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta menolak segala hal yang mereka khawatirkan. Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkannya dengan sabdanya:
“Mintalah kepada Allah keselamatan di dunia dan akhirat.”
Maka, doa ini menjadi sarana untuk menolak segala keburukan dan mendatangkan segala kebaikan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan para sahabatnya untuk meminta keselamatan kepada Allah sejak awal keislaman mereka. Dari Abu Malik Al-Asyja’i dari ayahnya, ia berkata: “Jika seseorang masuk Islam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkannya shalat, kemudian memerintahkannya untuk berdoa dengan kalimat-kalimat ini:
‘Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, selamatkanlah aku, dan berilah aku rezeki.’” (HR. Muslim).
Dan datanglah seorang laki-laki yang ingin belajar bagaimana cara berdoa kepada Tuhannya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk meminta keselamatan. Dari Thariq bin Asyim, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika seorang laki-laki datang dan berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana aku berdoa ketika aku memohon kepada Tuhanku?” Beliau bersabda: “Katakanlah:
‘Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, selamatkanlah aku, dan berilah aku rezeki.’”
Dan beliau menggenggam jari-jarinya kecuali ibu jari, “Karena doa ini mengumpulkan dunia dan akhiratmu.” (HR. Muslim).
Doa meminta keselamatan, dengan merutinkan dan membiasakannya, adalah salah satu doa terbaik yang harus dijaga. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada doa yang lebih utama yang dipanjatkan oleh seorang hamba selain: ‘Ya Allah, aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat.’” (HR. Ibnu Majah).
Ketika Aisyah radhiyallahu ‘anha mengetahui keutamaan meminta keselamatan kepada Allah, ia berkata:
“Seandainya aku tahu malam mana yang merupakan Lailatul Qadar, niscaya doaku yang paling banyak adalah meminta ampunan dan keselamatan kepada Allah.” (Silsilah Ash-Shahihah 1011).
Dan hendaknya kita memohon keselamatan kepada Allah di dunia dan akhirat. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, doa apa yang paling utama?” Beliau bersabda:
“Mintalah kepada Tuhanmu keselamatan dan perlindungan di dunia dan akhirat.”
Kemudian orang itu datang lagi pada hari kedua dan bertanya hal yang sama, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan jawaban yang sama. Pada hari ketiga, orang itu datang lagi dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَإِذَا أُعْطِيتَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَأُعْطِيتَهَا فِي الآخِرَةِ، فَقَدْ أَفْلَحْتَ)؛ رواه الترمذي والبخاري في الأدب المفرد.
Para ulama menjelaskan bahwa perbedaan antara al-‘afiyah dan al-mu’afah adalah bahwa al-‘afiyah adalah keselamatan dari penyakit dan bencana, yaitu kesehatan dan kebalikan dari sakit. Sedangkan al-mu’afah adalah perlindungan Allah kepada kita dari keburukan manusia dan juga melindungi mereka dari keburukan kita (Syarh Tirmidzi).
Ibnu Jarir menyebutkan bahwa keselamatan di dua negeri (dunia dan akhirat) adalah keselamatan dari akibat dosa. Barangsiapa yang diberi itu, maka ia telah terbebas dari musibah yang merupakan hukuman dan penyakit yang merupakan kaffarah (penebus dosa). Karena musibah bagi orang-orang beriman adalah hukuman yang membersihkan mereka di dunia agar mereka bertemu dengan-Nya dalam keadaan bersih hatinya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersemangat dalam meminta keselamatan kepada Allah, bahkan beliau memohon perlindungan dari hilangnya keselamatan tersebut. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:
‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan yang Engkau berikan, datangnya siksa-Mu secara tiba-tiba, dan segala kemurkaan-Mu.’” (HR. Muslim dan Abu Dawud).
Dan perkara yang paling baik yang diberikan Allah kepada seorang hamba setelah keimanan bukanlah harta atau kecantikan, tetapi keselamatan dalam agama, badan, harta, dan keluarga. Hal ini dijelaskan dalam hadits dari Rifa’ah bin Rafi’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu berdiri di atas mimbar kemudian menangis dan berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di antara kami pada tahun pertama di atas mimbar, kemudian menangis dan bersabda:
‘Mintalah kepada Allah ampunan dan keselamatan, karena tidak ada yang diberikan setelah keyakinan (iman) yang lebih baik daripada keselamatan.’” (HR. Tirmidzi).
Yang dimaksud dengan keyakinan dalam hadits di atas adalah keimanan, dan keselamatan adalah keselamatan dari kesulitan, bencana, dan hal-hal yang tidak disukai di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa di antara kalian yang bangun pagi dalam keadaan aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah diberikan kepadanya sepenuhnya.” (HR. Tirmidzi).
Tidak ada sesuatu pun di dunia yang membuat seseorang berbahagia kecuali dengan keselamatan. Keselamatan itu meliputi keamanan, kesehatan, dan ketenangan hati dari segala yang mengganggunya. Oleh karena itu, hendaknya kita memperbanyak doa meminta keselamatan sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Beberapa tempat dan waktu untuk meminta keselamatan kepada Allah:
- Di antara dua sujud:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta keselamatan kepada Allah setiap hari tujuh belas kali dalam shalat fardhu dan dua belas kali dalam shalat sunnah, yaitu dalam doanya di antara dua sujud. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata di antara dua sujud:
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, selamatkanlah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki.” (HR. Abu Dawud).
- Dalam doa witir:
Dari Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang aku ucapkan dalam witir:
‘Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, selamatkanlah aku di antara orang-orang yang Engkau selamatkan, lindungilah aku di antara orang-orang yang Engkau lindungi, berkahilah aku dalam apa yang Engkau berikan, dan lindungilah aku dari keburukan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau lindungi. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi.’” (HR. Tirmidzi).
- Ketika membaca dzikir pagi dan petang:
Disunnahkan untuk meminta keselamatan kepada Allah tiga kali di pagi dan petang. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa-doa ini ketika pagi dan petang:
‘Ya Allah, aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan amankanlah ketakutanku. Ya Allah, lindungilah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari serangan bawah.’” (HR. Abu Dawud).
- Ketika bangun tidur:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian bangun tidur, maka ucapkanlah:
‘Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan nyawaku kepadaku, menyelamatkan tubuhku, dan mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya.’” (HR. Ibnu Sunni).
- Ketika hendak tidur:
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak tidur, beliau berkata:
“Ya Allah, Engkau yang menciptakan nyawaku dan Engkau yang akan mewafatkannya. Milik-Mu kematian dan kehidupannya. Jika Engkau menghidupkannya, maka jagalah dia. Jika Engkau mewafatkannya, maka ampunilah dia. Ya Allah, aku memohon keselamatan kepada-Mu.” (HR. Muslim).
- Ketika melihat orang yang tertimpa musibah:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang tertimpa musibah, maka ucapkanlah:
‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah yang menimpamu, dan memberikan keutamaan kepadaku atas banyak hamba-Nya.’
Maka ia tidak akan tertimpa musibah tersebut (HR. Baihaqi).
- Ketika mengunjungi kuburan:
Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada mereka ketika mereka pergi ke kuburan, maka salah seorang di antara mereka berkata:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ، أَهْلَ الدِّيَارِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَلاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ)؛ رواه مسلم
‘Keselamatan atas kalian, wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.’” (HR. Muslim).
Oleh karena itu, kita harus memperbanyak doa meminta keselamatan, terutama pada tempat dan waktu yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam




